Perkembangan anak usia dini
sangatlah berpengaruh terhadap perkembangan selanjutnya. Apabila perkembangan
pada usia dini tidak terpenuhi maka bukan tiddak mungkin perkembangan
selanjutnya akan terganggu. sesuai dengan pernyataan sigmund freud yang mengatakan
bahwa anak adalah bapaknya manusia. pernyataan inilah yang menguatkan bahwa
perkembangan anak usia dini sangat perlu diperhatikn dengan seksama.
pada masa anak usia dini perlunya
peran orang tua untuk memenuhi kebutuhan kebutuhan anak. masa ini akan ada
perkebangan berupa afektif atau emosi.
Karakteristik
Perkembangan Emosi Pada Anak
Pola emosi yang terjadi masa
anak-anak usia dini sebenarnya sama dengan pola emosi yang terjadi pada masa
remaja. Ada beberapa jenis emosi yang dapat terjadi pada anak usia dini yang
sama dengan remaja, hanya saja terjadi perbedaan pada hal yang dapat
merangsangnya serta pola pengendalian yang dimilikinya. Berikut ini beberapa
kondisi emosional yang sering terjadi dalam kehidupan anak usia dini.
1. Kasih Sayang
Faktor penting yang ada di dalam
kehidupan anak suai dini atau remaja adalah kapasitas nya di dalam mencintai
orang lain di sekitarnya serta kebutuhan untuk mendapat cinta dari orang lain
di sekitarnya. Pentingnya kemampuan dalam memberi dan menerima cinta.
2. Gembira
Perasaan menyenangkan yang dialami
anak dikarenakan mengingat kembali segala pengalaman yang dimilikinya serta
cerita lengkap yang terjadi di dalam nya. Rasa gembira ini berlangsung jika
sesuatu hal yang baik terjadi padanya.
3. Marah
Rasa marah biasanya
dikaitkan dengan usaha remaja dalam mencapai serta memiliki kebebasan untuk
menjadi pribadi yang mandiri. Rasa marah tersebut adalah gejala penting di
dalam emosi karena perasaan tersebut lah yang akan memainkan peran yang cukup
menonjol di dalam perkembangan kepribadian. Rasa marah cukup penting di dalam
kehidupan dikarenakan dapat mengimbangkan kepribadian seseorang.
0 Comments