Dia
adalah albung usangmu, yang menyimpan
coret-coret
sajak kau lahirkan
Bahkan
pena-penamu yang ditangguhkan
diantara
pensil, penghapus, serat kertas yang berserakan
Didalamnya
masih mengingat siapa lampu neon
yang
temani kau saat merasa sendirian
kamu
adalah anak album usang di depan
Jangan
kaubuang jangan kau lupakan
Karna
dia saksi tangisan
kesenangan,
dan kekelaman
Segala
yang pernah kau rasakan meski usang datangi dan sematkan
diantara-kesibukan-kesibukan
yang buatmu gelagapan
Bagai
anak kecil yang main maling-malingan
Bingung
cari tempat sesemunyian
Karena
dia satu-satunya yang punya kesaksian.