Pramuka merupakan salah satu
ekstrakurikuler yang saat ini telah resmi diwajibkan oleh kemendikbud
berdasarkan permen nomor 63 tahun 2014. Pramuka menjadi ekstrakurikuler wajib
bukan tanpa alasan. Hal ini disebabkan dalam pramuka sebenarnya mengajarkan
banyak hal terutama pendidikan karakter. Pendidikan karakter sendiri sangat
kurang apabila hanya diajarkan di dalam kelas. Karena sejatiya ddi dalam kelas
hanya mempelajari perihal materi saja.
Pendidikan karakter merupakan momok yang
sangat penting bagi Indonesia. Karena di Indonesia sudah terlalu banyak orang
pintar dan rajin. Namun Indonesia kekurangan orang yang memiliki karakter kuat
untuk dijadikan pemimpin atau pedoman. Meskipun Indonesia pernah memiliki orang
orang semacam itu. sejarah Indonesia mencatat orang orang yang berpengaruh
dalam kemerdekaan Indonesia memiliki karakter yang kuat dalam dirinya. Bukan
hanya pintar namunjuga ramah, dan bijaksana. Sebut saja, Soekarno, Hatta,
Soedirman, dan masih banyak lagi. Masing masing dari nama yang disebutkan
memiliki karakteristik yang sama yakni berpendirian kuat dan sangat teguh
sifatnya.
Pendidikan karakter sendiri sebenarnya
sudah harus mulai diajarkans edari dini oleh orang tua di rumah. Namun banyak
orang tua kurang mengetahui hal ini. Sehingga menyebabkan anak harus dididik
lebih saat berada di sekolah. Hal inilah yang membuat pramuka sangat dibutuhkan
untuk mendiidka karakter. Pendidikan karakter pramuka dimulai dari tingkatan
siaga. Kemudian berlanjut ke tingkat selanjutnya yakni penggalang, penegak dan
terakhir pandega. Pada setiap tingkatan akan diberikan materi dan pemahaman
karkater yang berbeda sesuai tingkatan. Hal yang menarik lainnya dari pramuka
yakni selain setiap ingin naik tingkat harus melewati ujian anggota harus sudah mencapai umur yang telah
diatur.
Pramuka tingkat siaga harus menjalankan
kode etik pramuka siaga yakni dwisatya dan dwidarma. Kode etik pramuka siaga
lebih difokuskan untuk mendidika karkater anak agar menjadi anak yang berbakti
kepada orang tua. Dwisatya sendiri memiliki arti dua janji dan dwidarma
memiliki arti dua kewajiban. Kode etik inilah yang menjadi buku pedoman prmauka
tingkat siaga. Pada prosesnya tingkat siaga di bagi tiga yang nantinya akan
diberi ujian untuk setiap tingkatan. Hal inilah yang menunjang kebutuhan
pendidikan karakter.
Pramuka tingkat penggalang memiliki kode
etik yang sedikit berbeda dengan tingkat sebelemunya. Pramuka tingkat
penggalang memiliki kode etik yang diebut tristaya dan dasa dharma. Hal ini pun
kemudian di pegang teguh dan menjadi pedoman bagi setiap anggota gerkaan
pramuka tingkat penggalang. Pada tingakatan penggalang memiliki tga tingkatan
yang harus ditempuh dengan ujian yang sudah ditentukan dalam buku saku pramuka.
Pramuka tingkat penegak memiliki kode etik
yang sama dengan penggalang namun ada sedikit perbedaan dalma tristaya.
Perbedaan ini terletak pada janji kedua apabila penggalang berbunyi
mempersiapkan diri penegak berbunyi ikut serta. Pada tingkatan penegak memiliki
dua tingkatan yang harus ditempuh dengan masing masing kesulitan yang berbeda.
Pramuka tingkat pandega memiliki kode etik
yang sama dengan pramuka penegak namun memiiki tiga yang berbeda. Hal ini
disebabkan pramuka tingkat pandega dirasa sudah siap untuk terjun langsung dan
berpraktek lapangan di masyarakat karena dianggap sudah cukup dewasa. Pramuka
pandega nantinya akan mengajar pramuka siaga, penggalang, dan penegak.
Oleh karena itu pramuka sangatlah membantu
pekerjaan guru untuk mempersiapkan anak bangsa yang lebih baik melalui
pendidikan karkater kepramukaan. Pendidikan karkater kepramukaan sangat
berpengaruh bagi siswa karena sudah dididik sedari dini. Selain itu pendidikan
karakter dalma pramuka sudah dibagi
dalam tingkatan dan disesuaikan dengan umur peserta didik.
