Pentingnya Usia Rentan Anak


           Indonesia merupakan negara dengan penduduk terbanyak, yakni sekitar 10 juta lebih jiwa. hal ini menunujukkan bahwa Indonesia sebetulnya merupakan negara besar. bukti bahwa indonesia juga negara besar adalah dari daerah kekusaaan Indonesia yang bisa disamakan besarnya dengan sebuah benua. benua yang besarnya sama bahkan lebih kecil dari Indonesia ialah benua Australia. Dari pernyataan tersbut bisa dikatakan Indonesia merupakan negara yang besar dan memilik peluang untuk menjadi Negara yang paling ditakuti di dunia. 
           Indonesia naytanya memiliki beberapa masalah. Diantara masalah yang dialami oleh indonesia ialah pendidikan. Salah satu dari berbagai maslah yang membuat Indonesia tidak pernah bisa maju. Pendidikan merupakan hal yang paling dasar harus dimiliki manusia. pendapat ini diperkuat pula oleh Ki Hajatr dewantara yang mengatakan tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya, pendidikan yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya. Pernyataan Ki Hajar dewantara mengatakn bahwa pendiidkan merupakan hal yang telah di ajarkan sedari dini.
            Penulis kali ini akan membahas tentang pendiikan anak usia dini.  Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan 6 (enam) perkembangan: agama dan moral, fisik motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan seni, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan sesuai kelompok usia yang dilalui oleh anak usia dini seperti yang tercantum dalam Permendikbud 137 tahun 2014 tentang Standar Nasional PAUD (menggantikan Permendiknas 58 tahun 2009). Dari penyataan di atas Pendidikan anak usia dini dibagi menjadi 2 yakni:
·         Tujuan utama: untuk membentuk anak Indonesia yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan pada masa dewasa.
·         Tujuan penyerta: untuk membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah, sehingga dapat mengurangi usia putus sekolah dan mampu bersaing secara sehat di jenjang pendidikan berikutnya.
Usia anak usia dini menurut Pasal 28 UU Sisdiknas No.20/2003 ayat 1 adalah 0-6 tahun. Sementara menurut kajian rumpun keilmuan PAUD dan penyelenggaraannya di beberapa negara, PAUD dilaksanakan sejak usia 0-8 tahun (masa emas). ruang lingkup Pendidikan Anak Usia Dini, di antaranya: bayi (0-1 tahun), balita (2-3 tahun), kelompok bermain (3-6 tahun), dan sekolah dasar kelas awal (6-8 tahun).
            Pernyataan di atas menunjukkan dari rentan berapa anak usia dini. Selain hal itu juga menunjukkan bahwa sebenarnya pemerintah sudah menegaskan tentang Pendidikan anak usia dini dalam ;pasal yang Sudha disebutkan. Namun bebrapa orang tua kurang bias memahami bahkan ada yang belum mengetahui tentang pasal tersebut. Hal inilah yang kemudian membuat Pendidikan anak usia dini jadi terhambat dan tidak bias dimaksimalkan. Selain itu masyarakart masih terikat dengan adat di desa, atau kampung tempat tinggal sehingga terkdanag tidak sesuai dengan kebutuhan pendiikan anak usia dini.
            Bagaimana cara mendidik anak usia dini yang baik? Sekjen Kemendikbud Didik Suhardi mengatakan "Bapak Ibu guru TK dan PAUD ada? Jadi kalau di TK dan PAUD tidak boleh belajar baca tulis hitung. Jadi (hanya) belajar bermain, bersosialisasi, dengan kawan-kawannya sehingga mereka masuk di SD mereka sudah siap untuk belajar," katanya. Dalam perkataan tersebut dapat disimpulkan bahwa cara mendidikan anak usia dini ialah Pendidikan secara karakter atau afektif.
            Tugas orang tua ialah mendidik anaknya dengan baik. Tugas mahasiswa Indonesia terutama bagi para calon guru kedepannya buatlah perubahan mindset pada masyarakat bahwa terkadang teori perlu dilakukan dan meninggalkan adata lama yang memang hanya harus dilakukan sebagai adat saja. Harapannnya bapak dan ibu guru di sekoalh TK atau PAUD dapat memahami isi dari artikel ini. Selain itu berlaku pula pada mahasiswa yang benar benar ingin menjadi seorang guru.

You Might Also Like

0 Comments