Meraih Dia

sulit bagiku membinasakn rasa rindu yang menyelimutku
mereka selalu mengadu pada masa lalu
bergurau dengan sendu yang mencumbu
mengarak canduku pada dunia yang rancu
bibitkan rasa waswas ke  dalam gigi-gigi tabu

aku hanya bisa diam membisu di pojok cinta
menyelempit diantara ketiak semut
mencoba bersembunyi dari cinta
mencoba bersembunyi dari dia
namun nyatanya tetap ada
senyum tang mengikat massa
dalam lilitan hutang tak tersisa

senangku meradang, memberontak, meminta merdeka
seperti saat sepuluh nopember surabaya
ini cinta, setiap incinya mengundang raga
setiap milinya mengundang jiwa
setiap incinya meracuni jiwa raga

penuh sungguh penuh
duri maut dari peluh
yang buatku berpuh
dalam asam sepuh
yang menghangat saat di seduh
tuangkan dalam dada rapuh

You Might Also Like

4 Comments

  1. Manfaat kan rasamu tuk akhir dari kebahagiaanmu
    Ketika ia datang maka itulah awal dari masa depanmu
    Seperti berakit rakit kehulu berenang kemudian
    Sabar dalam menahan rasa rindu tuk kebahagiaan masa depan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terim kasih masukannya.
      puisi ini saya buuat hanya sekadar iseng saja

      Hapus
  2. ini cinta, setiap incinya mengundang raga.
    setiap centinya mengandung canda. that's so good!

    BalasHapus