Merona



Hai merona, ceritakan padaku
Tentang masa-masa itu, masa kita pernah bersatu
dalam dahaga cinta masa SMU
saat rasa rindu, seakan beranak pinak Bersama waktu
aku, disini entah kenapa merasa tabu
aku rancu, keberadaanku semakin semu
bak arak mega-mega kelabu yang berarak tak tentu
aku masih disiniduduk menyayat sesuatu
di ruang jemu, di persimpangan bernama ragu, di terminal titik temu
dulu dia pernah bersaksi kita satu, bahkan waktu
ikut berdebat kapan sekira kita akan tak jadi Satu
kapan ampas kopi itu akan diganti kopi yang baru
atau tentang gula pasir yang membatu
semua iri padamu,  padaku, pada jiwa yang berpadu
kalau tak percaya tanyakan saja pada laut biru
juga karang karang kaku, di pantai sepulu
Hai merona, perlu kau tahu
Namaku hati, dan ruang ini semakin sunyi
Dilahap sepi, kini rayap yang menghuni
Ruang ini, ruang tempat kita tak perduli
Hujaman caci maki, dentuman suara iri hati
Para pengejar cinta yang katanya juga sama-sama murni
Disini, tempat bertukar saling memberi.
Kini sudah tak kukenali, bahkan terlihat ngeri
Sampai sampai ragaku bergidik nyeri sendiri
Hai merona, bodohkah aku mencintai
Bodohkan aku memberi, bodohkan aku berharap lagi
Bodohkan aku yang sakit hati, bodohkah aku berpuisi
Bodohkah aku? Bodohkah aku?
Katakana dengan lantang, hujam aku dengan pedang
Yang dulu sempat kau pegang
Karna kurasa itu bukan apa apa bagiku yang sudah terlanjur bingung sendiri
Tertunduk sakit hati, di cabik cabik mimpi, dikoyak-koyak janji
Mataku buta, telingaku tuli, tak perduli bahkan pada nyawa sendiri
Hai merona, kubuatkan sebait puisi
Bukan untuk hantarmu pergi atau mintamu kembali
Hanya sebatas iseng sendiri mengisi hati yang kian hari kian sepi
Karna dulu pernah kutemukan ratu bidadari, ya ratu bidadari
Yang berselendang kain sari, itulah kau si ratu bidadari
Puisi ini bukan untuk memuji apalagi mencaci maki
Jadi jangan anggap aku benci
Karna nyatanya aku tetap mencintai,
Meski aku di cabik  anjing mimpi
Meski di koyak samurai janji
Satu lagi, setiris lagi, percayalah merona, dunia ini
Dan segala isi bukan milikku sendiri
Namun tika kau mintai itu padaku, dan minta tuk di beli
Maka kan kubeli meski denga taruhan nyawa sendiri

You Might Also Like

0 Comments