Gerak Cepat Siput

      

        Matahari mulai tenggelam,sore. Di dalam lebatnya hutan, di antara semak semak dan pepohonan. Nampak seekor siput dan kelinci yang berjalan santai menerobos lebatnya hutan. mereka sedang asyik bertukar pikiran.
“ hey kelinci kenapa kamu mau menjadi temanku?sedang kamu tau semua penghuni hutan memusuhiku karna aku lamban.” ujar siput, yang berjalan di atas sebuah bongkahan batu di samping kelinci.
            Kelinci berhenti,menoleh, tertawa terbahak bahak.
“kau ini sudah lama menjadi temanku tapi masih saja merendah. Toh! Kamu sudah tahu aku pun tak memiliki teman juga.”
“jadi karna alasan itu saja kau menemaniku? kalau sudah menadapat teman binatang lain, bagaimana?”tanya siput penasaran.
“aku tetap akan menjadi temanmu. Sekarang sebagai bukti persahabatan kita, apa yang kamu inginkan dariku.”
            Siput berfikir sejenak.
“ahhhh…..begini, aku ingin, bisa berlari secepat dirimu. Bagaimana? Bisa tidak?!”
            Mendapat pertanyaan tersebut kelinci berfikir keras. Celingak celinguk tak jelas, menatap siput dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas.
“ahaaaa….aku tau ayo coba kita latihan!” jawab kelinci antusias.
“bagaimana? Latihan apa?” siput pun keheranan dan tak kalah antusias mendapat jawaban kelinci.
“hehe….. ayo kita pergi ke sungai untuk latihan.”kelinci menjulurkan lidahnya.
            Mereka pun pergi menuju sungai.
            Di tengah hutan yang lebat terdapat padang rumput yang luas, tempat penghuni hutan sering berkumpul. Dari arah timur ladang tersebut tampak kera sedang melompat lompat di atas pohon menuju para binatang yang sedang berkumpul.
“heyyyyyy…heyyyy” teriak kera.
            Teriakan kera sangat keras hingga membuat penghuni hutan menghentikan diskusi yang tersjadi saat itu. Serempak merek menoleh kearah kera.
“apakah kalian sudah tau tentang kabar terbaru?” tanya kera, bersemangat.
“apa?” serempak seluruh binatang menjawab, penasaran.
“ apa kalian sudah tau, si siput ingin bergerak cepat, dan dia belajar kepada kelinci! “ kata kera dengan seru.
“ apa benar yang kamu katakan kera? “ tanya kerbau kepada kera
“ iya benar aku tidak bohong, kalau tidak percaya coba saja lihat sendiri, mereka sedang latihan di dekat sungai.” Kata monyet dengan tegas.
Semua hewan yang ada di padang rumput itupun  pergi ke sungai untuk melihat siput yang kata kera ingin bergerak cepat dengan belajar pada kelinci.
“ lihat benarkan yang kukatan, si siput sedang belajar dengan kelinci!” kata si kera dengan nada sombong karena dia merasa benar sembari menunjuk dua ekor hewan dipinggir sungai.
“ hahaha… cepat-cepat kalian lihat si siput, geraknya lamban sekali hahaha… sepertinya mau jadi pembalap f1 hahaha…“ kata gajah dengan gelak tawa.
“ pembalap f1 terlambat hahaha...” sahut si badak.
Mendengar mereka ditertawakan penghuni hutan, si siput dan si kelincipun merasa geram.
“ hey tertawalah sesuka hati kalian, tapi akan kubuktikan bahwa aku bisa  bergerak cepat.” Kata siput geram.
“ sudahlah siput akui saja, kau lamban tetap saja lamban hahaha.” Kata kera yang masih tertawa.
“ lihat saja besok pagi di sini akan aku buktikan pada kalian. Jangan lupa siapkan piala untuk pembalap f1 terlamban ini hahaha!” jawab siput dengan percaya diri.
“ kenapa juga aku melihatmu, lamban, membosankan lebih baik aku tidur hahaha…” kata badak
“ ooo… kalian takut ya… hahaha tidur aja sana.” sahut kelinci menyindir.
“ ayo kelinci kita pergi latihan di tempat lain, tidak berguna kita meladeni para penakut ini.” Sahut siput menyambung sindiran kelinci.
“ ok sampai jumpa besok, jika kalian berani hahaha…” ucap kelinci
Kelinci dan siput pun pergi meninggalkan penghuni hutan yang terlihat geram karena merasa disindir.
“ kelinci bagaimana ini, aku tidak tahu bagaimana bisa bergerak cepat. ” kata kancil saat berjalan tak tentu arah yang dituju
“ ehm… bagaimana ya…? aha… aku tau.” Kelinci merasa kebingungan, yang akhirnya dia mengetahui sesuatu.
“ bagaimana? Bagaimana?” sahut si siput dengan antusias
“ ayo kita temui si kancil, dia pasti bisa membantu.”
“ benar juga kamu kelinci, ayo kita segera temui dia, dia pasti sedang tidur di atas batu besar diatas bukit.”
“ ayo…”
Kelinci dan siput yang berada di punggung kelinci pun segera beranjak pergi kearah bukit untuk menemui si kancil.
“ kanciiil... “ siput dan kelinci serentak memanggil
“ yaaa… ohh ternyata siput dan kelinci… ada perlu apa kalian denganku.” Sahut si kancil yang terbangun dari tidurnya.
“ kancil apa kau tahu bagaimana cara agar aku bisa bergerak cepat.” Dengan semangat si siput mengajukan pertanyaannya
“ ohh.. kau ingin bergerak cepat ya siput, ehm… bagaimana caranya ya…” si kancil berpikir dengan serius.
“ kumohon kancil tolonglah kami, kami tidak ingin ditindas lagi oleh penghuni hutan yang lain.” Keluar kata dari mulut si kancil.
Tidak lama kemudian terdengar suara yang membuat mereka bertiga sontak  kaget dan menengok kearah suara tersebut.
“ apa itu!” Teriak kelinci dan siput hampir bersamaan, yang mendapati buah durian yang jatuh ke dasar bukit.
“ aha… aku tahu!” teriak kancil.
Kancil pun memberitahukan cara agar siput bergerak dengan cepat. Keesokan harinya pada saat fajar mulai menampakan dirinya si siput dan si kelinci pergi menuju ke pinggir sungai tempat kemarin mereka latihan.
“ ehh tidak salahkah aku sekarang, kemarin sepertinya ada yang mengatakan kepadaku kalau membosankan melihatku bergerak lamban dan lebih memilih tidur? Tapi kenapa sekarang ramai sekali yang melihatku hahaha…” siput menyindir para penghuni hutan.
“ hey siput cepat kau buktikan saja.” Kata si gajah yang terlihat sangat geram.
“ hahaha, ok sekarang ikuti aku.” Kelinci menertawakan mereka.
Si kelinci yang membawa siput di pungunggnya memandu para penghuni hutan menuju ke suatu tempat.
“ akan dibawa kemana kita.” Kata badak.
“ sudahlah ikut saja.”
Merekapun sampai di atas bukit, dan si kancil sudah menunggu mereka.
“ ok sekarang cepatlah kau buktikan, apa omongan besarmu memang be…” kata gajah.
Namun belum selesai bicara si gajah dan penghuni hutan menjadi terdiam tanpa kata karena melihat si siput tiba-tiba saja melesat begitu cepat, membuat mata para penghuni hutan hanya terpaku di satu arah serta merasa tidak percaya jika siput yang lambat tiba-tiba bergerak cepat langsung di depan mata mereka. Ternyata si siput masuk kedalam cangkangnya dan mengelinding, melesat ke bawah bukit dengan cepat.
“ hahaha… karena dia mengelinding dia bisa bergerak dengan cepat, aku mengetahuinya ketika buah durian yang jatuh mengelinding kebawah semalam.” Kata kancil.
“ terima kasih banyak kancil, kamu telah memberi tahu kami caranya.” Ucap kelinci kepada kancil.
“ ok sama-sama, jika butuh bantuan lagi jika aku bisa bantu, maka akan aku bantu.” Kata kancil dengan tersenyum
“ bagaimana, sudah terbuktikan?” kata siput yang sudah kembali keatas bukit dengan naik ke punggung kelinci,
Akhirnya para penghuni hutanpun meminta maaf kepada kelinci dan siput, akhirnya si siput dan kelinci yang tidak punya teman mendapatkan teman baru, yakni para penghuni hutan.
- Selesai -

sumber gambar:
https://www.google.com/url?sa=i&source=images&cd=&cad=rja&uact=8&ved=2ahUKEwiQ0sKIwrffAhXRfCsKHZzXDYUQjRx6BAgBEAU&url=http%3A%2F%2Frosianaputri.blogspot.com%2F2011%2F07%2Fsiput-yang-waw.html&psig=AOvVaw1HHDHMKIdLYVyLlJK6Q0QR&ust=1545708222384297

You Might Also Like

0 Comments