sendu mengiris malam
senja memadukan kelam
pagi selalu datang
begitulah alur menghidup
begitulah aku menghirup
setiap detik yang redup
setiap menit yang tangkup
terhapuskan oleh satu kata perenggut
tergantikan oleh satu kata pemanggut
ialaha kata yang manis diucap
sepah bila kau jalani
kelu lidahmu setelah jadi
katanya indah
katanya mewah
tapi tidak setelah kau rasakan sungbangnya ia
menengadah pada rintik hujan
menghujam dalam kelam, seram
ialah cinta
Perpustakaan, STKIP Al Hikmah Surabaya
21:50 WIB
0 Comments