Manusia dan Hewan



Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan banyak hal. Belajar juga bentuk memanusiakan manusia. Hal ini mengacu pada teori humanistik. Teori ini adalah suatu teori dalam pembelajaran yang mengedepankan bagaimana memanusiakan manusia. Tanpa belajar manusia bukanlah manusia karena tidak ada binatang yang mampu beljar layaknya manusia. Pembeda manusia dan hewan adalh daya belajar itu sendiri. Apabila manusia tidak belajar maka ia sama bodohnya seperti seekor kera atau simpansi bahkan lebih bodoh lagi.
Maka dari itu kita sebagai manusia harus membudidayakan belajar di dalam keseharian kita. Belajar menurut Morgan (1988: 5) bahwa belajar adalah adalah proses untuk mendapatkan pengalaman serta latihan agar bisa memiliki pengetahuan dan kemampuan baru. Jelas dari pernyataan morgan barusan, dari belajar manusia akan mendapat kemampuan baru dalam hidupnya. Kemampuan ini pula yang membedakan manusia dengan hewan. Karena jika hewan hanya terfokus pada kemampuan yang sudah diberikan oleh Allah SWT sedang manusia diberikan kemampuan lebih daripada makhkluk ciptaan Allah SWT.
Demi memberdayakan budaya belajar dalam kehidupan kita. Pertama, tingkatkan rasa ingin tahu kita. Kedua, cari tahu. Ketiga, lakukan secara istiqomah, dan voila insyaallah budaya belajar akan tertanam dam diri kita. Ketika kalian berfikir itu hal yang tidak mungkin maka kalian salah. Karena pada dasarnya tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini apabila Allah telah berkehendak.
Jadi, jika kalian tidak ingin dikatakan  dan disamakan dengan hewan. Belajarlah, carilah, apa yang kau ingin cari. Kemudian temukan semua itu dari balik keringatmu untuk mempelajari sesuatu. Karena hakikatnya belajar adalah proses untuk mencari kebaikan. Tidak ada belajar untuk suatu keburukan.


You Might Also Like

0 Comments